MAKALAH
ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN KEPERAWATAN
KATA PENGANTAR
ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN KEPERAWATAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat taufik dan hidayah-nya, makalah ini dapat di selesaikan. Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas kuliah dari dosen mata kuliah Antropologi kesehatan dengan judul “ANTROPOLOGI KESEHATAN DENGAN KEPERAWATAN”.
Di dalam penulisan makalah ini mempunyai banyak kekurangan karena itu kritik serta saran dari para pembaca sangat di perlukan demi kemajuan pada pembuatan makalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca serta institusi kesehatan.
Sampit 18 Maret 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa peranan Antropologi dalam keperawatan ?
b. Apa saja penjelasan Antropologi menurut para ahli ?
c. Bagaimana pengaruh Antropologi kesehatan pada praktek keperawatan ?
d. Bagaimana pengaruh social budaya terhadap praktek keperawatan ?
e. Apa prospek social budaya dalam pelayanan kesehatan ?
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
a. Peran Antropologi Dalam Keperawatan
b. Pengertian Antropologi Menurut Para Ahli
c. Pengaruh Antropologi Kesehatan Pada Praktek Keperawatan
d. Pengaruh Social Budaya Terhadap Praktek Keperawatan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi berasal dari kata Yunani yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal") atau secara etimologis Antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia. Sedangkan Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986;1-3).
Menurut Weaver, antropologi kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1). Menurut Hasan dan Prasad, Antropologi kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22).
Sedangkan menurut Fabrega, Antropologi kesehatan adalah studi yang menjelaskan berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan penyakit dan mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola-pola tingkahlaku. (Fabrga, 1972;167).
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa peranan Antropologi dalam keperawatan ?
b. Apa saja penjelasan Antropologi menurut para ahli ?
c. Bagaimana pengaruh Antropologi kesehatan pada praktek keperawatan ?
d. Bagaimana pengaruh social budaya terhadap praktek keperawatan ?
e. Apa prospek social budaya dalam pelayanan kesehatan ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Antropologi dan untuk mengetahui pengertian antropologi, untuk mengetahui pengertian ilmu antropologi kesehatan, untuk mengetahui apa saja peranan Antropologi pada keperawatan, untuk mengetahui pengaruh Antropologi pada praktek keperawatan dan social budaya, dan untuk mengetahui apa prospek social budaya dalam pelayanan kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peranan Antropologi dalam keperawatan
Anthropology berarti “ilmu tentang manusia”, dan adalah suatu istilah yang sangat tua. Dahulu istilah itu dipergunakan dalam arti yang lain, yaitu “ilmu tentang ciri-ciri tubuh manusia” (malahan pernah juga dalam arti “ilmu anatomi”). Penyakit muncul tidak bersamaan dengan saat muncul nya manusia, tetapi sebagaimana diungkapkan oleh Sigerit (Landy 1977), penyakit adalah bagian dari kehidupan yang ada di bawah kondisi yang berubah-ubah. Peranan yang pasti dari penyakit dari evolusi manusia belum dipahami secara jelas, tetapi ahli paleopatologi yakin bahwa ada hubungan antara penyakit dan evolusi manusia.
Sebagaimana dikemukakan oleh Foster dan Anderson (1978) kesehatan berhubungan dengan perilaku. Perilaku sehat dapat dipandang sebagai suatu respon yang rasional terhadap hal-hal yang dirasakan akibat sakit. Dengan kata lain, ada suatu hubungan intim dan tidak dapat ditawar-tawar lagi antara penyakit, obat-obatan dan kebudayaan. Teori penyakit termasuk didalam nya etiologi, diagnosis, prognosis, perawatan, dan perbaikan atau pengobatan keseluruhannya adalah bagian dari kebudayaan.
Suatu studi tentang konfrontasi manusia dengan penyakit serta rasa sakit, dan rencana adaptif yaitu sistem pengobatan dan obat-obat yang dibuat oleh kelompok manusia berkaitan dengan ancaman yang datang disebut Antropologi kesehatan(Landy1977). Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (SolitaSarwono, 1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena Antropologi sendiri tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat dan pengaruh unsur budaya saja.
Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari itu seperti Koentjaraningrat mengatakan bahwa ilmu Antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial, budaya (1984;76). Pengertian Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan konsep yang tepat karena termasuk dalam pengertian ilmu antropologi seperti disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menrut Foster/Anderson, antroplogi kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang berbeda yaitu biologi dan kutub sosial budaya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi kesehatan adalah disiplin ilmu yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3) .
Menurut Foster (1978) ada tiga tipe kajian Antropologi budaya yang menjadi akar Antropologi kesehatan, yaitu :
1) Kajian tentang obat “primitif”, tukang sihir dan majik
2) Kajian tentang kepribadian dan kesehatan diberbagai setting budaya
3) Keterlibatan ahli-ahli Antropologi dalam program-program kesehatan internasional dan perubahan komunitas yang terencana.
McElroy dan Townsend (1985) menambahkan dua kajian Antropologi lain, yaitu :
1) Antropologiekologi
2) Teorievolusioner.
Hal itu terlepas dari arti Antropologi sebagai “ilmu filsafat dan teologi tentang manusia. Menurut Foster dan Anderson (1978) ada empat hal utama yang dapat di sumbangkan oleh Antropologi terhadap ilmu kesehatan.
1) Perspektif Antropologi
a. Pendekatan Holistik
Memahami suatu gejala sebagai suatu system. Pendekatan ini dilandasi oleh pengalaman lapangan bahwa batas pranata-pranata budaya tidak jelas, bahwa suatu pranata tidak dapat dipelajari sendiri-sendiri lepas dari hubungan nya dengan pranata lain dalam keseluruhan system, bahwa suatu pranata hanya dapat dipelajari dalam konteks pranata lain yang menopang atau ditopangnya.
b. Relavisme Budaya
Dalam konteks relativisme budaya, maka dalam merencanakan program perubahan akan bijaksana jika diawali dengan upaya untuk mengetahui apa-apa yang telah ada yang relevan dengan program.
2) Perubahan
Proses dan persepsi/Perubahan Terencana Suatu perubahan terencana akan lebih berhasil manakala perencanaan program bertolak dari konsep budaya. Perencanaan program pembaharuan kesehatan dalam upaya mengubah perilaku kesehatan memfokuskan diri pada bangunan fisik, perilaku yang Nampak, juga aspek psiko-budaya.
3) Metodologi penelitian
Antropologi Dengan hidup ditengah-tengah masyarakat yang distudi untuk beberapa bulan bahkan mendapatkan data yang palsu, dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi target.
4) Premis-premisantropologi
Beberapa premis dari sebagian besar ahli Antropologi kesehatan yang perlu diketahui oleh ahli kesehatan antara lain:
a. Penyakit dalam beberapa bentuk merupakan fakta umum dari kehidupan manusia. Penyakit terjadi pada tiap tempat, waktu dan individu dalam masyarakat.
b. Seluruh kelompok manusia, telah mengembangkan metode dan aturan, sesuai dengan sumber daya dan strukturnya, untuk mengatasi atau merespon terhadap penyakit.
c. Seluruh kelompok manusia telah mengembangkan seperangkat kepercayaan, pengertian, dan nilai-nilai yang konsisten dengan matriks budaya nya untuk memahami tentang penyakit dan menentukan tindakan untuk mengatasinya.
Secara umum Antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut :
- Memberikan cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun.
Contoh pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme, yang menjadi dasar pemikiran Antropologi dapat digunakan untuk menyelasaikan suatu masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik Memberikan suatu model yang secara operaasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan interpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.
B. Pengertian Antropologi Menurut Para Ahli
a. David Hunter
Antropologi merupakan sebuah ilmu yang lahir dari rasa ingin tahu yang tak terbatas dari umat manusia.
b. Koentjaraningrat
Antropologi merupakan studi tentang umat manusia pada umumnya dengan mempelajari berbagai warna, bentuk fisik masyarakat dan budaya yang dihasilkan.
c. William A. Haviland-
Antropologi merupakan studi tentang umat manusia, berusaha untuk membuat generalisasi yang berguna tentang orang-orang dan perilaku mereka dan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap dari keragaman manusia.
d. Rifhi Siddiq
Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mendalami semua aspek yang terdapat pada manusia yang terdiri atas berbagai macam konsepsi kebudayaan, ilmu pengetahuan, norma, seni, linguistik dan lambang, tradisi, teknologi, kelembagaan.
C. Pengaruh Antropologi Kesehatan Pada Praktek Keperawatan
Kegunaan dari antropologi keperawatan, yaitu Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, latar belakang budaya mempunyai pengaruh yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia (kepercayaan, perilaku, persepsi, emosi, bahasa, agama, ritual, struktur keluarga, diet, pakaian, sikap terhadap sakit, dll). Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang asa di masyarakat tersebut. Secara umum, antropologi keperawatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut :
a. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun. Contoh ; pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme yang menjadi dasar pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik.
b. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan. Memang tidak secara tepat meramalkan perilaku individu dan masyarakatnya, tetapi secara tepat bisa memberikan kemungkinan luasnya pilihan yang akan dilakukan bila masyarakat berada pada situasi yang baru.
c. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan iterpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat. Ada beberapa ilmu yang memberikan sumbangan terhadap antropologi keperawatan, antara lain :
1. Antropologi fisik/ biologi/ ragawi, Contoh : nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit. Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya, migrasi dan urbanisasi.
2. Etnomedisin, awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau salah.
3. Kepribadian dan budaya, adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang sama.
4. Kesehatan Masyarakat, dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.
D. Pengaruh Social Budaya Terhadap Praktek Keperawatan
Hubungan antara social budaya dan biologi yang merupakan dasar dari perkembangan antropologi keperawatan, yaitu masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, g enetika, dan sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor yaitu :
1. Environment atau lingkungan
2. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance
3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk
4. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas social, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), bergantung dari variable-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien. Misalnya dalam bidang biologi, antropologi keperawatan menggambarkan teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi. Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu. Perkembangan antropologi keperawatan dari sisi sosiocultural pole, yaitu Antropologi keperawatan membantu mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya, diantaranya :
1. Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes)
2. Dibeberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir
3. Kelompok healers ditemukan dengan bentuk yang berbeda di setiap kelompok masyarakat
4. Healers mempunyai peranan sebagai penyembuh
5. Adapun perhatian terhadap suatu keberadaan sakit atau penyakit tidak secara individual, terutama illness dan sickness pada keluarga ataupun masyarakat.
Jika diumpamakan sebagai kewajiban, maka tugas utama ahli antropologi keperawatan diantaranya: bagaimana individu di masyarakat mempunyai persepsi dan bereaksi terhadap ill dan bagaimana tipe pelayanan kesehatan yang akan dipilih, untuk mengetahui mengenai budaya dan keadaan sosial di lingkungantempat tinggalnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Keseimpulan
Hubungan antropologi kesehatan dengan ekologi dalam praktek keperawatan. hubungan manusia dengan lingkungan, dengan tingkah lakunya, dengan penyakitnya, cara dimana penyakitnya dan tingkahlakunya mempengaruhi evolusi atau kebudayaan selalu melalui proses umpan balik. Pendekatan Ekologis Merupakan dasar bagi studi tentang masalah-masalah epidemiologi. cara-cara dimana tingkah laku individu dan kelompok menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang berbeda-beda dalam populasi yang berbeda-beda.
3.1 Saran
Cara dan gaya hidup manusia, adat istiadat, kebudayaan, kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah, yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada. Kajian mengenai konsekuensi kesehatan perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Koerjaningrat. 1990 antropologi sosial . Jakarta:PT.dia rakyat
Foster/Anderson. 1986. Antropologi Kesehatan, Jakarta, Grafiti.
Cultural Diversity in Nursing, (1997), Transcultural Nursing ; Basic Concepts and Case Studies
“http://www.google.com/rnc.org/transculturalnursing”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar